Pages

Thursday, 10 March 2016

Trading Forex Jangka Pendek

Mayoritas seorang trader cenderung melakukan trading secara short term. Alasan kenapa hal ini bisa terjadi ialah, kebanyakan dari kita tidak sabar dalam menunggu waktu dalam seharian untuk mendapatkan momen trading yang tepat. Namun bisa jadi karena tangan anda telah gatal ketika sedang memandangi metatrader. Seorang trader seperti ini, mereka cenderung untuk mendapatkan profit sesegera mungkin. Mereka mungkin akan senang dalam meraih keberhasilan sekitar 10 pips selama 10 kali dalam satu hari dibandingkan menuai profit sebesar 100 pips dalam 1 posisi dengan mengalami floating loss terlebih dahulu. Strategi yang cocok bagi seorang trader seperti ini ialah strategi momentum jangka pendek.

Dalam memanfaatkan strategi momentum jangka pendek, anda bisa menggunakan 3 indikator yang terdapat pada metatrader, adapun indikator tersebut;
1. 20-day exponential moving average (EMA).
2. 100-day simple moving average (SMA).
3. Moving average convergence/divergence (MACD) – setting default. 20-day exponential moving average (EMA), digunakan untuk membaca pergerakan dari momentum chart yang baru terjadi. 100-day simple moving average (SMA), digunakan untuk memastikan apabila kita hanya mengambil open posisi yang sejalan dengan arah trend. Sedangkan Moving Average Convergence Divergence (MACD), digunakan dalam mengukur kekuatan momentum serta menyaring signal yang salah.


Short Time - twps2 - pendulangforex

Dalam menggunakan strategi momentum jangka pendek, anda dapat mengikuti petunjuknya dibawah ini : Open Posisi Buy/Beli
  • Atur timeframe anda menggunakan M5
  • Tentukan pair dari mata uang yang “bergerak” dibawah 20-day exponential moving average (EMA), dan 100-day simple moving average (SMA).
  • Tunggu hingga chart memotong kedua indikator moving average sebanyak 15 pips dan pastikan MACD sudah berada pada level positif, dimana tidak lebih dari 5 candle.
  • Tempatkan stop loss pada harga low di candle yang memotong kedua moving average.
Open Posisi Sell/Jual
  • Atur timeframe anda menggunakan M5
  • Tentukan pair mata uang yang “bergerak” diatas 20-day exponential moving average (EMA) dan 100-day simple moving average (SMA).
  • Tunggu hingga chart memotong kedua indikator moving average sebanyak 15 pips dan pastikan MACD sudah berada di level negatif tidak lebih dari 5 candle.
  • Tempatkan stop loss pada harga high pada candle yang memotong kedua moving average.
Logika yang terjadi dibalik strategi ini adalah, kita melakukan open posisi buy/sell ketika momentum berada dipihak kita. Strategi ini juga dapat digunakan oleh para trader long term dalam menentukan titik open posisi yang bagus. Rahasia yang terdapat pada strategi ini ialah, semakin sedikit anda melakukan trading, maka semakin sedikit yang anda peroleh. Menyedihkan memang, namun demikianlah adanya. Coba anda pikirkan tentang investasi yang pernah anda lakukan. Apakah anda pernah menyelesaikan pekerjaan dalam sehari? Jika iya, maka anda beruntung, dan berapa kali anda dapat melakukannya lagi? Tidak diragukan lagi, jarang. Itu dikarenakan aturan universal tentang spekulasi adalah sama dengan aturan universal pertumbuhan. Namun kita perlu waktu dalam meningkatkan keuntungan.

Para trader yang berhasil tahu bahwa dalam satu menit pasar dapat bergerak sedikit, dan dalam 5 menit pasar akan bergerak lebih jauh lagi, dan dalam 60 menit akan tambah jauh lagi, dan siapa yang tahu seberapa jauh pasar akan bergerak dalam satu hari atau seminggu. Para trader yang gagal nampaknya hanya melakuan trading dalam jangka waktu yang singkat, yang secara otomatis mempersempit peluang mereka mendapatkan keuntungan. Dengan demikian anda sengaja membatasi keuntungan yang kemudian mengalami kerugian yang tidak terkira.

Tidak heran begitu banyak yang mendapatkan hasil buruk dalam setiap trading jangka pendek. Mereka telah mengunci diri mereka sendiri pada situasi yang sia-sia, dengan berpikir bahwa masih mungkin menghasilkan uang dalam satu hariu dengan mengikuti kenaikan dan penurunan yang terjadi pada pasar. Teori ini tampaknya cukup rasional, karena ketika anda melakukan trading dalam satu hari dan tidak pernah meninggalkan posisi terbuka dalam semalam, anda tidak bergantung pada peristiwa dan perubahan besar, sehingga mempersempit risiko yang anda hadapi. Dan ini sebenarnya kurang tepat karena dua alasan berikut.

Pertama, resiko anda akan berada dalam kendali anda. Satu-satunya kendali yang anda miliki pada bisnis ini adalah kendali terhadap poin stop-loss, poin dimana posisi ditutup. Ya, memang ada kemungkinan bahwa pasar pada keesokan pagi akan dibuka dengan gap yang melebihi stop anda (sedikit melampaui stop anda), walaupun kasus seperti ini jarang sekali terjadi, namun demikian anda dapat membatasi kerugian anda, memiliki poin stop-loss dan berakhir dengan kehilangan deal. Para pecundang terus mengalami kerugian, tidak demikian halnya dengan para pemenang. Setelah anda menetapkan posisi dengan poin stop-loss, maka anda bisa kehilangan sejumlah uang. Tanpa acuan terhadap waktu saat posisi anda dibuka, sejak poin stop-loss anda membatasi resiko anda. Resiko anda sama dengan ketika anda membeli poin tertinggi yang terdapat pada pasar atau poin terendah pada pasar sepanjang waktu. Tidak mau menetapkan posisi dalam semalam akan membatasi jumlah waktu yang menimbulkan pertumbuhan investasi. Kadang-kadang, walaupun pasar bisa dibuka lagi untuk kita, kita masih tetap berada pada arah yang benar, karena pasar akan dibuka untuk kita.

Yang lebih penting lagi, ketika anda mengakhiri trading pada akhir hari, atau yang lebih buruk pada beberapa saat menjelang penutupan, katakanlah dengan interval 5 atau 10 menit, maka anda akan mempersempit potensi keuntungan anda secara radikal. Ingat ketika saya menyebutkan satu perbedaan besar di antara pemenang dan pecundang, bahwa pecundang terus mengalami kerugian? Nah, perbedaan lainnya adalah bahwa pemenang mempertahankan posisi kemenangannya, ketika pecundang meninggalkan pasar terlalu cepat. Karena bagi pecundang, mereka tidak menunggu posisi kemenangan, mereka cukup senang setelah menghasilkan keuntungan, sehingga mereka keluar dari pasar terlalu cepat (kebanyakan saat siang hari).

Anda tidak akan pernah bisa menghasilkan banyak uang sampai anda benar-benar belajar bagaimana terus berada pada posisi kemenangan. Dan semakin lama anda bertahan, maka semakin besar potensi keuntungan yang anda miliki. Ketika seorang petani menabur benih, mereka tidak melihat tanaman tersebut setiap 5 menit untuk mengetahui bagaimana tanaman tersebut tumbuh. Mereka membiarkan tanaman tersebut tumbuh dan bertunas. Seorang trader dapat belajar dari proses alamiah ini. Keberhasilan seorang trader tidak berbeda jauh dengan keberhasilan seorang petani. Agar mendapatkan deal yang sukses, trader juga membutuhkan waktu.
Kesalahan besar lebih mudah untuk diperbaiki, sedangkan kebiasan buruk yang kecil sangat sulit untuk dihilangkan.

Sumber :  http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=72480&title=trading_jangka_pendek

Teknik Entry Breakout Dalam Trading Forex

Trading pada kondisi pasar yang sedang trending dengan kuat adalah sangat menguntungkan. Trend follower trader selalu mengamati arah dan kekuatan trend untuk mendapatkan peluang entry yang paling tepat. Satu-satunya cara untuk memperoleh profit yang maksimal dari kondisi trending yang sedang kuat adalah dengan teknik breakout atau penembusan level harga tertinggi atau terendah.

Berikut contoh keadaan downtrend yang sedang kuat yang ditandai dengan terbentuknya level-level lower high (level high yang lebih rendah) dan level-level lower low (level low yang lebih rendah). Trader menunggu peluang yang paling tepat untuk entry sell dengan teknik breakout.

                                 
Seperti tampak pada gambar chart daily diatas, dalam bulan Mei 2014 EUR/JPY telah mengalami penurunan sebesar 582 pip dihitung dari harga tertingginya pada Maret 2014 (tertinggi pada level 143.78), dengan membentuk level-level lower high dan lower low. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa pergerakan pasangan mata uang ini sedang downtrend dengan kuat.

Trading dengan teknik breakout
Pada keadaan downtrend seperti contoh diatas, pertama kali tentukan level support yang terdekat, kemudian level terendah saat ini. Dari definisi downtrend yang sedang kuat, EUR/JPY pasti akan membentuk level terendah baru agar keadaan downtrend bisa berlanjut. Teknik yang paling efektif untuk entry breakout pada keadaan ini adalah dengan menggunakan pending order, yaitu sell stop atau sell dibawah harga pasar sekarang.

Level entry (sell) harus ditentukan dibawah level terendah saat ini. Agar lebih teliti bisa digunakan time frame yang lebih rendah, dalam contoh ini misallnya time frame 4 jam (H4). Tentukan juga level stop loss dan target (take profit) sesuai dengan management resiko yang Anda sepakati. Order Anda akan tereksekusi ketika harga telah menyentuh level entry yang telah Anda tentukan.

Level terendah saat ini adalah 137.96 dan trader harus menempatkan level entry-nya dibawah level tersebut. Trader yang agresif akan menentukan level entry sell sedekat mungkin dengan level terendah saat ini, bisa hanya terpaut 1 pip saja, sedang trader yang konservatif  akan menentukan level entry agak jauh dari level terendah. Jika dibawah level terendah tersebut ada level support kuat, maka sebaiknya level entry ditentukan dibawah level support tersebut.

                                 

Level stop loss bisa ditentukan diatas level terendah saat ini sesuai dengan money management yang telah disepakati. Agar diperoleh hasil yang optimal, maka sebaiknya risk/reward ratio diatas 1:1.

Sumber :http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=181305&title=teknik_entry_breakout_dalam_trading_forex